banner 728x250

Wakapolda Papua Hadiri Kegiatan Penanaman Bibit Pohon Manggrove Secara Serentak di Seluruh Indonesia

banner 120x600

Jayapura – Wakapolda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayat, S.H beserta Pejabat utama Polda Papua hadiri Penanaman Bibit Pohon Manggrove Secara Serentak di Seluruh Indonesia yang bertempat di Pantai Ciberi, Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Senin (15/5).

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Jhony Banua Rouw, S.E, Danlantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono, M.Tr.Opsla, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, Kepala perwakilan Bank Indonesia di Papua, Juli Budi Winantya serta sejumlah tokoh juga turut mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan Penanaman bibit pohon Manggrove Secara Serentak di Pantai Ciberi Kampung Enggros Distrik Abepura Kota Jayapura ini sangat penting guna menekan abrasi, untuk menjaga kestabilan ekosistem pantai dan sebagai tindakan preventif dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya perairan laut terhadap setiap aktivitas yang mengancam kerusakan lingkungan dan sumber daya laut pesisir pantai.

Pada sambutannya, Danlantamal X Jayapura menyampaikan bahwa Kegiatan ini awalnya direncanakan akan dilaksanakan pada esok hari Tanggal 16 pukul 10.00 WIB namun karena dinamika dan banyaknya kegiatan bapak Presiden sehingga kegiatan penanaman bibit pohon mangrove ini dimajukan pada tanggal 15 Mei 2023 pada pukul 16.00 WIB.

“Mengingat di Papua pada pukul 16.00 WIB cuaca sudah mulai gelap sehingga Pimpinan mengizinkan untuk wilayah bagian timur dapat dilaksanakan mendahului akan tetapi kegiatan ini tetap diliput dan nantinya akan kami laporkan ke pusat,” ucapnya.

Seperti yang diketahui bersama, ini merupakan program tahunan yang dimana fungsi dari pohon mangrove itu sangat strategis yaitu utamanya sebagai penahan abrasi pantai, dan juga mangrove ini dapat menjadi sumber keberadaan ikan dan kepiting yang mana hal tersebut dapat menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat di pesisir pantai.

“Adanya penurunan luas hutan mangrove secara masif di teluk youtefa yang disebabkan oleh adanya pembangunan infrastruktur seperti jalan, pembukaan kawasan wisata, pencemaran dan penebangan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Hutan mangrove di teluk youtefa erat kaitannya dengan masyarakat, baik secara adat maupun ekonomi,” terangnya.

Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menjaga kelestarian ekosistem pantai serta keberlanjutan sumber daya perairan laut di wilayah tersebut. Dengan upaya serentak seperti ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan semakin meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *